Permasalahan Pendidikan

 Permasalahan Pendidikan adalah suatu masalah yang pelik yang dihadapi oleh setiap bangsa yang ada di seluruh dunia. Berbagai solusi telah dikeluarkan oleh pemerintah tapi pada kenyataannya belum ada perubahan yang berarti di Indonesia. Apabila kita menoleh kebelakang sebentar , dulu pendidikan di Indonesia sangatlah bagus bahkan banyak mahaiswa dari Malaysia yang ingin belajar di Indonesia.Tapi sekaarang hal itu sudah terbalik 360 derajat yaitu pendidikan Indonesia yang yang berada di bawah Malaysia. Banyaknya jumlah anak yang ingin mendapatkan pendidikan tapi tidak sebanding dengan jumlah sekolah yang ada , hal ini disebabkan oleh keinginan dari pemerintah yang hanya berpikir “ Bagaiman cara mengahabiskan dana bukan untuk membiayai hasil pendidikan  “. Hal ini  pemirintah hanya memperhatikan mutu yang selalu di gembar- gemborkan padashal apabila digunakan untuk memperbanyak sekolah maka Indonesia dapat berkembang pesat seperti Jepang.

Memasuki aba 21 pendidikan di Indonesia menjadi heboh buakan karena mutunya tapi disebabkan karena kesadaran akan keterbelakangnya pendidikan di Indonesia dan kemajuan dari teknologi dan perubahan yang terjadi memberiukan kesadaran bahwa bansa Idonesia tidak berdiri sendiri tapi berada di tengah- tengah dunia yang baru , dunia terbuka sehingga orang bebas membandingakan kehidupan dengan negara lain. Yang kita rasakan adalah adanya ketinggalan  mutu pendidikan baik dari pendidikan formal maupun informal dan banyaknya jumlah sekolah yang ada di Indoneseia. Pendidikan telah menjadi penopang dalam meningkatakn SDM Indonesia untuk membangun bangsa. Penyebab mutu pendidikan yang rendah adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran.

Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memukinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai sesuai tujuan yang diharapkan. Efektifitas pendidikan Indonesia sangatlah rendah yang salah satu penyebabnya adalah tidak adanya tujuan pendidikan yang jelas sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan dan hal ini mengakibatkan peserta didik tidak tahu apa yang akan dihasikan sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas dalam pendidikan . Jelas hal diatas merupakn masalah yang sangat penting jika menginginkan efektifitas pembelajaran. Misalnya ,seortang yang mempunyai kelebihan di bidang social dan dipaksa mengikuti program IPA akan menghasilakan efektifitas pemelajaran yang sdangat rendah.Hal inilah yang banytak terjadi di Indonesia. Dan sayangnya masalah gengsi tidak kalah pentingnya dalm menyebabakan rendahnya efektifitas pendididkan di Indonesia.

Efiensi pengajaran di Indonesia adalah bagaiman efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih murah. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika  kita meperhitungkan unutk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses ynag baik pula.  Kita kurang mempertimbangkan ptosesnya, hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang atelah disepakati.

Beberapa masalah efisiensi pengajaran di Indonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunaan untuk proses pendidikan, mutu pengajar dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang efisiensi pendidikan di Indonesia.

Jika berbicara masalah  biaya pendidikan , kita tidak hanya berbicara masalah biaya sekolah, training, kursus atau lembaga pendidikan formal atau informal namun kita juga berbicara  tentang proprerti pendukung seperti buku dan biaya transportasi menuju ke lembaga pengajaran yang kita pilih. Selain mahalnya biaya pendidikan adalah waktu pengajaran yaitu dengan survey lapangan , dapat kjami lihat bahwa pendidikan tatap muka di Indonesia lebih lama jika dibandingkan dengan negara lain misalnya di SMA :   ada sekolah yang jadwalnya pengajaran perhari dimulai dari jam 07.00 sampai 16.00. Hal itu jelas tidak efisien. Mutu pengajar merupakan kendala yang serius, kurangnya mutu pengajar yang menyebabkan peserta didik kurang mencapai hasil yang diharapkan dan akhirnya mengambil pendidikan tambahan yang juga membutuhkan uang lebih.

Standarisasi pendidikan di Indonesia, dunia pendidikan terus saja berubah – ubah apalagi dalam dunia terbuka yaitu dalam dunia modern dalam era globalisasi. Seperti yang kita lihat sekarang ini standard an kompetensi dalam pendidikan formal atau informal terlihat hanya keranjingan terhadap standard an kompetensi. Kualitas pendidikan hanya diukur oleh kedua hal tsb di dalm berbagai versi, demikian pula sehingga dibentuk badan – badan untuk melaksanakan standarisasi dan kompetensi tsb yang biasa kita sebut dengan Badan Standarisasi Nasional  Pendidikan(BSNP). Tinjauan terhadap standarisasi dan kompetensi unutk meningakatkan mutu pendidikan akhirnya membawa dalam upaya yang berbahaya  yang tersembunyi yaitu kemungkinan adanya pendidikan yang terkekung oleh standar kompetensi saja sehingga kehilangan makna dan tujuan pendidikan tsb. Berakibat peserta didik hanya berpikir bagaimana agar mencapai standar pendidikan saja, bukan bagaimana agar pendidikan di ambil efektif dan dapat digunakan. Dalam kasus UAN yang hamper selalu menjadi kontrofersi misalnya adanya system evaluasi UAN sudah cukup baik, namun yang disayangkan adalah evaluasi pendidikan seperti itu yang menentukan lulus tidaknya peserta didik mengikuti pendidikan dan hanya dilakukan 1 kali setelah pesreta didik sekolah beberapa tahun.

Setelah mengahasilakan lulusan  sekolah yang baik masalah pendidikan belum dianggap selesai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s